Friday, July 10, 2020

header web2

KOMIK BEKAS - The Artilcle

My Trip to Shanghai and Beijing

Category: Latest

Sori ah, artikel ini tidak berujung mengenai review produk asuransi, saya ingin bercerita mengenai perjalanan saya ke Shanghai dan Beijing, dan bagaimana saya mencapainya.

Divisi Raya Manulife, di bawah naungan bu Nancy, mengadakan kontes Mini Conference ke Shanghai-Hang Zhou. Dengan target sebagai berikut, dari awal Januari 2011 sampai akhir September 2011, kami diharuskan mempunyai 90.000 NAC, atau sama dengan mengumpulkan premi sekitar Rp 150juta dalam 9 bulan itu. Nah, saya berhasil mencapai target di bulan Juli 2011, 2 bulan lebih awal.

Serunya, kontes ini diadakan berbarengan dengan cabang lain dalam Divisi Raya, alhasil ada 72 orang yang berhasil mencapai target tersebut, dan berangkat menuju Shanghai.

Saya mengadakan perjalanan pribadi ke Beijing bersama teman saya, Dini Indah M. Oh iya, Dini adalah manager yang merekrut saya, jadi posisinya di atas saya. Dini ini adalah teman SMP saya di SMP Perguruan Cikini, tepatnya teman sebangku saya di kelas III-1. Sejak saya kuliah, kami sudah bercita-cita melakukan perjalanan ke luar negri bersamaan, yang akhirnya pada saat kuliah, Dini pergi ke Sidney Australia sendiri, dan saya juga ke Sidney Australia sendiri, tapi kita tidak berbarengan. Setelah hampir 15 tahun kemudian, kami baru bisa bersama-sama berangkat ke luar negri, dan tentunya GRATISSS.

 

Status sudah tidak sendiri, ada kurcaci-kurcaci kecil yang dititipin sama papa masing-masing. :) Emaknya pada jalan-jalan ke Shanghai dan Beijing deh.

Di Shanghai segala sesuatu disediakan oleh pihak Travel Agent, mulai dari tiket pesawat, sampai kartu imigrasi Arrival di China, dan kartu imigrasi Arrival di Indonesia. Biasa laaa ikut paket tour, dan tentunya kita menyewa 2 bis besar di Shanghai, pokoke seru banget dan keren.

Oh iya, beberapa peserta tur ada yang muslim, dan ketika waktunya makan, kami dijadikan satu dalam satu meja, jadi hidangan yang tidak halal, tidak mampir di meja kita. Hebohnya peserta yang muslim membawa rempeyek, teri kacang, sambel pecel, rendang daging, saos sambel ABC, abon, dll. Kalau waktunya makan, kita taruh di meja, dan dinikmati bersama. Dah kayak piknik tapi di restoran.

Di bawah ini adalah foto saya bersama-sama divisi raya, Di Shanghai-Hang Zhou, seru deeeh! Mudah2an saya bisa jalan-jalan gratis lagi, tentunya bersama teman-teman dari Manulife.

Nah, setelah 3 hari kita berjalan-jalan bersama grup Manulife, di hari keempat, Saya dan Dini berangkat ke Beijing dengan pesawat Domestik China Eastern dari Hang Zhou. Ternyata untuk ke Hang Zhou Airport, harus menggunakan airport transfer dengan bayar RMB 200. Haduuuh mahal amattttt... :(

Walaupun Airport di kota kecil, tapi airport ini lebih bagus daripada airport di Manila deeeh. Karena blum makan pagi, kita makan POP MIE di airport, disitu ada Dispenser air panas gratis... makan POP MIE dan Bubur Ayam di negeri orang, rasanya enaaaaak banget deeeh

Sampai di Beijing, dimulailah petualangannya

Berbekal peta kecil subway Beijing dan Buku EyeWitness Beijing yang sudah disiapkan dari rumah, kita mulai petualangan backpacker Devi-Dini. Sayangnya, kita bukanlah light-traveler, karena koper kita guedeeee guedeee. :)

Dari airport Beijing Capital, kita turun ke bawah airport untuk naik Airport Express, ini adalah kereta bawah tanah yang menghubungkan Airport dan Subway dalam kota. Untuk bayar tiketnya, begaya pake mesin, tapi gak berhasil! Akhirnya beli tiket kereta Airport Express di loket.

Duh Senangnya naik Airport Express, kosong dan duduk nyaman. Dan sesampainya di stasiun Dong Zhimen, semua keadaan berubah 180 derajat. Stasiun Dong ZhiMen adalah stasiun besar dengan fasilitas stasiun Airport Express, Subway, dan Bis. Jadi semua ada disini, tapi karena besar, stasiun Subway letaknya di bawah jalur Airport Express. Kesimpulannya, saya harus turun tangga untuk mencapai stasiun Subway! Turun tangga yeee. Udah mulai fitness lengan nih! Bebannya 15kg diseret, 5kg di tas coklat, 2kg di tas ransel. Mantappps!

Waktu nunggu di depan jalur kereta, masih sepi-sepi, tapi begitu kereta lewat... Gruduk gruduk grudukk.. Saya diserbu dari belakang. Semua berebut naik kereta, karena pintu kereta ditutup dalam waktu 30 detik. Di kereta ini, gak bisa duduk dan dengan GEMBOLAN sebanyak di atas, heboh jadi pusat perhatian di dalam Gerbong dengan kondisi kami berdua pake hijab, dengan muka melayu!

Sempet duduk sebentar, tapi harus turun deh, karena harus ganti dengan kereta jalur merah.

Di kereta kedua, ternyata keretanya lebih padat dari kereta pertama, Ampuuuunnn itu namanya orang dah kayak pepes! Waktu kereta datang, semua berebut masuk, dan saya teriak ke Dini

"Dinnnn, gak usah masuk duluuuu, naik kereta berikutnya"

tapi, Dini sudah masuk duluan! kaget setengah mati, saya buru-buru angkat koper yang segede gaban. Taunya pintu kereta sudah menutup.

JIAAAAA!!!!!$%#%#%%^
PIYE IKIIIIII.... *nah keluar bahasa jawanya

dari dalam kereta, Dini kasih isyarat, "Dua Stasiun, Dua Stasiun"

Kereta berlalu, dan saya bengong sendirian di Beijing. Hiiiiiii... *merinding deeeeh

Dengan pede, saya naik kereta berikutnya, dengan penuh perjuangan dorong-dorongan dan berhasil masuk!!!! Di stasiun Tian Men East, saya turun, dan ketemu dengan Dini yang lagi duduk di pinggir jalur kereta. Alhamdulilah.

Tapi perjuangan blum selesai! Cerita blum selesai.

Karena setelah kita mau keluar dari stasiun tersebut, kami melihat tangga sejauh 3 lantai untuk mencapai dunia atas.

SELAMAT BERJUANG! dan kita mulai fitness lengan lagi! Hos Hos Hos.

Dini curang deh, karena bebannya dikit, dia dah sampe duluan di atas! dan dia duduk di atas, sambil tengok kanan-kiri.

Akhirnya ada juga yang kasian sama saya, seorang Nenek dan cucunya membantu saya mengangkat koper.. :) duh baiknya!

Sampai di atas, Diterpa udara yang sejuk di bulan November, dan pemandangan yang indah! Begitu muncul dari stasiun bawah tanah, yang saya lihat pertama kali adalah Pintu Masuk Forbidden City. saya senang sekali.. sampe jingkrak-jingkrak... Yesss, yeeesssss! Forbidden City... bahagiaaaaa banget! dan di seberang jalan, saya bisa melihat Lapangan TiananMen! Rasanya semua jerih payah terbayar.

Disinilah saya merasa Forbidden City itu indaaaaaah banget! Dan saya merasa berada di puncak dunia!

What A Journey!

Oalaaa. pembaca, itu blum akhir perjalanan! karena kami harus ke hotel menaruh semua koper, dan jarak hotel adalah 750meter dari tempat kami berdiri. Huaaaaaaa!
mulailah acara tarik-menarik tas koper!

Sampai di Hotel, setelah check-in, masih juga disiksa! karena hotel tidak ada lift, dan harus naik tangga lagi.. disini saya merasa hopeless, dan trauma melihat tangga!

Lihat kamar hotel juga kecewa, itu loh, kecil banget! ya ella, sampe mau sholat pun harus di atas tempat tidur. Tapi memang lokasi dari hotel itu bagus sekali, walaupun kamarnya kuecilll, tapi kalau mau ke Wang Fu Jin Street Snack, kita cuma nyebrang lampu merah, dan sampe!!! Ke Wang fu Jin pusat perbelanjaan, tinggal jalan satu blok, SAMPEEE dah! Kalau mau ke subway atau Forbidden City, naik bis satu kali, bayar RMB 1 (Rp 1500), dan sampe deeeh. bener-bener lokasinya keren. Nama hotelnya Forbidden City, Hongruige.

Setelah sholat Dzuhur, kita berangkat ke Beijing Zoo, dengan menggunakan subway! Kembali berdempet-dempetan seperti pepes, tapi tanpa koper! Saya pengen sekali ke Beijing Zoo untuk lihat panda yang lucu. Sampai disana, kita beneran cuma lihat panda, dan pulang. Soale dah sore sih! Mau coba-coba cari pearl market, gak kesampean, karena ngebayangin naik subway ke hotel akan memakan waktu yang cukup lama.

Sampai di hotel, sudah waktunya Maghrib, jadi kita istirahat dan mandi, setelah sholat mulai cari makan malam di Wang fu Jin Street Snack.

Oke, Di wang fu Jin Street Snack, banyak menjual makanan aneh-aneh, tapi untuk muslim, tidak perlu khawatir, karena ada tempat khusus untuk muslim. :)

Kita balik ke hotel, dan siapin tenaga untuk besok jalan-jalan ke Greatwall. duuuuh sudah tidak sabar deh!

 

SECOND DAY in Beijing

Untuk pergi ke Greatwall, saya sudah menyiapkan dari Jakarta, setelah melakukan searching di Google, saya bisa menemukan paket Tour Greatwall Mutianyu hanya dengan bayar USD 30.

Greatwall terbagi dalam bagian-bagian, dan yang biasa dikunjungi turis, hanya 4 bagian terkenal.
1. Badaling
2. Mutianyu
3. Simatai
4. lupa namanya

Kami akan pergi menuju yang Greatwall Mutianyu, dan letaknya agak jauh dari Beijing. Saya memilih Mutianyu, karena less-tourist, pemandangan lebih cantik, tersedia cable car, dan ada tobbogan!

Website ini bagus service-nya, dan tentunya murah meriah! http://www.tour-beijing.com/coach_tours/mutianyu_and_sacred_way_tour.php

Tour-Guide menelpon hotel tempat kami menginap di malam sebelumya, dan menitip pesan di resepsionis untuk jam penjemputan. Memberitahu kami akan dijemput jam 7.40

Di hari kedua, kita dijemput jam 7.35 di depan hotel, di dalam grup ini hanya terdiri dari 6 orang, sepasang suami istri dari Australia, sepasang suami istri dari Inggris dan kami berdua. :) Dengan tujuan pertama ke Makam Raja Ming, Greatwall Mutianyu dan kita mampir ke pabrik kerajinan batu Jade dan pabrik sutra.

Dalam perjalanan, sesama peserta tur, kami tidak banyak bercakap. Tapi waktu kita turun di makam ming, atau pas makan siang, kami mulai bersosialisasi dengan peserta tur. Dan dimulailah perbincangan yang seru! Dan setelah ngobrol basa-basi, mulailah keluar hebohnya Devi dan Dini. :)

Alan: "Hey you girls, What do u do?"
Dini: "We are working for insurance company, We're insurance Agents."
Alan: "Wowww... I've already have a lot insurance."

Dini bereaksi dengan sewot dan menjawab dalam bahasa Indonesia
Dini: "Sapa juga yang mau prospek dirimu? kan kamu jauh dari Inggris, Geer Lu." trus dia meneruskan, "Hey, We're not gonna prospect you, Impossible! Different Territory."
Alan: "Huh.. Insurance Agents always work every where!" Alan ngomong ini sambil senyum-senyum ke Pinot dan Jane.

trus Dini gak mau kalah. Dini ngeluarin kartu nama dan memberikan pada Alan dan Pinot. Seraya kita semua ngakak bareng! Dasarrrr Agen Asuransi, dimana juga sama kali, kerja tidak kenal waktu, tidak kenal wilayah! :)

Alan dan Christine, suami istri orangnya baik banget, sering becanda, dan mungkin mereka anggap saya dan Dini, anak kecil :) Padahal, udah emak-emak.

Waktu di Greatwall, mereka tidak melakukan hiking, eeeh Devi dan Dini, yang katanya masih muda, juga tidak hiking, kami habiskan waktu di Greatwall dengan foto-foto, ngerekam video, dan makan sosis.

Sampe si Alan geli sendiri, lihat kita foto-foto gak habis-habis, sampe pake Scarf segala. Trus dia curiga, jangan-jangan profesi kita bukan agen asuransi, tapi Model.

huaaaaaa....

Selesai dari Greatwall, kita jalan balik ke kota Beijing, smua kecapean dan tidur di mobil. Sampai di hotel, sempat sholat maghrib, dan saya nangkring di lobi hotel, untuk online dengan netbook, kangen euy sama Revi dan Bui. :)

Makan malam terakhir di Beijing, Dini makan Bintang laut, dan saya makan Calamari, tapi masih kurang kenyang, jadi saya beli KFC deh. Yang seru, kami ketemu dengan Alan dan Christine di Wang fu Jin! Waktu ketemu, kita heboh bener.. huaaaaaa.. kayak temen lama, padahal baru kenal tadi pagi!

Last Day in Beijing

Hari terakhir di Beijing, pagi-pagi kita sudah bersiap-siap untuk jalan-jalan di Forbidden City, yang sebetulnya dekat sekali dengan hotel. Tapi daripada ngabisin tenaga dan waktu, kita naik bis aja, cuma bayar RMB 1.

Taunya, masih kepagian juga, tiket blum dibuka euy! Dibuka pas 8.30.

Yang tidak disangka, kita masih saja ketemu dengan Alan dan Christine. Huaaaaa seru abis dah! Tapi karena Alan dan Christine ikut grup tur, kami tidak ikutin grup mereka, kami jalan sendiri aja.

Menurut saya sih, Forbidden City tidak gede-gede amat, yang bikin stress cuma jalan dari gerbang ke gerbang, tapi begitu masuk istana, cuma dikit ya? Soale jam 10.30, kami sudah keluar dari Forbidden City!

Pulang dari Forbidden City, ke hotel, kami checkout, koper dikeluarkan dari kamar, dan titipin koper di Resepsionis. Sementara itu, trip terakhir, kami mencoba ke Temple of Heaven, atau Kuil Surga. Kami naik bis aja, dan 5 halte, kita sampai di Kuil Surga!

Tamannya bagus sekali! Kambuh deh, penyakit NARSIS!


Untuk mencapai bagian tengah kuil. Ampun deeeeh, jauh bangetttt... sampe kita jalan di taman, kok gak sampe-sampe? Akhirnya kami istirahat, duduk di taman, sambil makan siang! Tebak dong makannya apa? Saya makan roti nanas yang dibeli di tepi jalan, ditambah sosis 1 buah, Dini makan sosis 3 buah, dan saya lupa dia makan apa lagi.. :) Wah, kami gak sempet makan siang yang selayaknya, tapi karena tempatnya oke banget, rasanya enakkkkk banget daaah!

Setelah makan, kami meneruskan perjalanan, sampai berhasil naik ke kuilnya! :)

Itulah trip terakhir kami, dan setelah Temple of heaven, kami kembali ke hotel dengan bis lagi. Sampai di hotel, tepat jam 4 sore, dan kami pesan taksi untuk ke airport!

Beijing kami tinggalkan dengan China Eastern, tepat 19.05 menuju Shanghai.

Sesampainya di Shanghai, kami menelpon hotel untuk menjemput kami di airport. Sudah jam 11 malem, tapi kita dijemput kok! Alhamdulilah. Hotel di Shanghai, dengan harga yang sama dengan hotel di Beijing, tapi fasilitasnya bagus banget, dan tentunya legaaaaa, tentunya ada lift untuk hotel yang kecil ini! Sip sip.. nama hotelnya Starway Pudong Wanxia.

Saya berharap tidak akan kembali ke Beijing tahun depan, karena saya pengen ke Moscow bersama teman-teman Manulife. Duh mudah2an tercapai ya.

Ih ceritanya panjang amat ya? pusing bacanya?.. jelas lah, soale Anda tidak ada rencana mau ke Beijing, tapi kalau ada rencana ke Beijing, mudah2an cerita saya bisa memberikan sedikit gambaran mengenai Beijing. Jangan takut ke Beijing, karena Insya Allah semua disediakan dalam bahasa Inggris, dan terlebih pilih hotel yang memadai! Ingat loh, saya hanya modal buku dan internet, bahasa cina yang saya tahu hanya

- Nihao (Apa kabar)
- Xie Xie (Terima Kasih)
- Ca Shuo (tanya tempat pipis)

Mudah2an saya punya umur untuk bisa jalan2 lagi di tempat lain, tentunya GRATIS dibiayai oleh Manulife!

So.. see you in next stories.

 

untuk yang masih ada waktu, saya sajikan buat teman dan anggota tim saya, kumpulan Foto-foto Devi dan Dini selama di Beijing.

VIDEO BEIJING FOR EVERYONE

 

banner termlife

CONTACT INFO

Devi Dimitra Maksum
Unit Manager J. Gamma Fortuna

-- term life specialist --

 

Email: devidimitra@gmail.com
Phone/WA: 08551027107
Pin BB: 519747D0

Nomor Lisensi AAJI = 11305385

 

 

Video Portfoliokita

Klik link di bawah ini untuk lihat VIDEO penjelasan dari materi-materi di Web Ini.

ME AND MY CLIENTS

Photo Flipbook Slideshow Maker