Monday, October 23, 2017

header web2

Beli Asuransi Jiwa Sekarang atau Nanti

ASURANSI JIWA- BELI SEKARANG ATAU NANTI?

Category: Latest

setelah baca artikelnya si Ligwina Hananto, aku jadi terpikir untuk beliin bapak PRO ACTIVE PLUS dari Manulife dengan UANG PERTANGGUNGAN Rp 600juta.

memang sih, aku sudah punya PRO LIFE PLUS UP Rp 100juta, sudah lunas pula.. karena ambilnya 5 tahun. aku bangga banget dengan PRO LIFE itu.. tapiii..

ternyata UP-nya gak cukup untuk hidupku dan Revi, apabila bapak tiba-tiba pergi ke dunia lain.. :(


100 juta buat apaan?

pengeluaranku per bulan bisa sampai 5 juta, itu pun kalau diirit-irit.. kalau lagi bablas.. bisa sampai Rp 8juta per bulan.

paling tidak, aku butuh Rp 5juta x 12 bulan x 10 = Rp 600juta.  Rp 600juta harus jadi UP asuransi jiwa suamiku euy..

itu kan kalau sekarang,

dalam 5 tahun lagi, apakah pengeluaranku tetap Rp 5juta.. ya engga laaa.. pasti lebih! karena Revi kebutuhannya sudah meningkat, dan harga bahan pangan pasti meningkat pula. Haiyaaaa....

aku bersyukur, masih punya asuransi jiwa dengan UP minim.. ada beberapa temanku yang lain, berpikir bahwa asuransi jiwa bukan sarana perlindungan.. kebanyakan uang yang mereka miliki sebagian besar di-investasikan langsung, tanpa punya asuransi jiwa..

ada yang uangnya untuk buka usaha, ada yang uangnya untuk membiayai proyek suaminya, dan yang paling parah.. uangnya betul-betul tidak ada yang ditabung.. habis buat biaya hidup dan rekreasi saja..

aku mau bilang apa? kalau aku dianggap sebagai agen profesional, dan bukan sebagai temannya yang mengingatkan pentingnya PERLINDUNGAN keuangan terhadap hal-hal diluar wewenang kita.

sering aku bercerita tentang kasus kakakku, mas Didit dan keluarganya, ke mereka.. tapi tetap saja, mereka tidak terketuk..

apa harus ada yang sakit dulu, baru tahu pentingnya JIWA KEPALA KELUARGA untuk dilindungi? atau drastisnya.. harus ada yang MENINGGAL dulu, baru sadar pentingnya JIWA yang tidak bisa diganti hanya dengan UANG TABUNGAN?

nih aku cerita sedikit tentang kakakku tersayang, mas Didit.

Mas Didit orangnya ceria sekali, tidak sakit apapun, anaknya sudah 2 orang, Sam berumur 10 tahun, Noni berumur 9tahun. Mas Didit bukan perokok, seorang pekerja keras, dengan gaji lumayan sebagai Manager di tempatnya bekerja. Gaya hidup keluarganya tidak bisa dibilang mewah, tapi pengeluarannya per bulan, waduh! kadang ngalahin gajinya!
Di sekolah, anak2nya ikut kegiatan tambahan yang lumayan padat, mulai dari basket, les inggris, les renang, les ngaji sampai les pelajaran.
Tidak disangka, Tuhan mengambil nyawa mas Didit pada umurnya yang 41 tahun, ketika sedang tidur nyenyak.

Kebayang ga? dia tidak sakit apapun!!! tapi Allah SWT sangat sayang padanya.. sehingga mengambilnya dengan cepat.

sekarang.. asuransi yang ditinggalkan, hanya punya Uang Pertanggungan Rp 15juta. Karena itu jenis endowment asuransi pendidikan, maka UP yang didapat kecil sekali. Kebetulan ambil untuk dua anak sekaligus, maka santunan meninggalnya Rp 30juta.

Pertanyaannya.. uang Rp 30juta untuk apa sih? bayar sekolah anak dan membiayai hidup mereka seperti biasa.. cuma bisa buat 6 bulan saja loh..

akhirnya, gaya hidup mereka langsung berubah drastis. Anak pindah sekolah, semua les dihilangkan, 2 mobil dijual.. paling menyedihkan.. rumah dijual.. :(

saat ini mereka tidak punya asset sama sekali.. yang ada hanya deposito hasil penjualan rumah, untuk terus menghidupi keluarga kecil itu.

aku hanya bisa berdoa
"Ya Allah, berikanlah jalan terbaik bagi mereka, dan berikan aku rizki yang berlimpah, agar bisa menyantuni anak yatim"

nah loh! aku ini adeknya papa mereka.. orang terdekat! tapi aku hanya bisa berdoa! karena aku sendiri punya kebutuhan dan program keuangan sendiri.. aku bisa memberi sedikit, tapi hanya sedikit.. begitu juga orang lain..

hanya bisa BERDOA!! tapi tidak bisa memberi nafkah untuk menghidupi keluarga kecil itu..

betul!

teman dan keluarga di sekeliling kita, pada akhirnya hanya bisa berdoa, dan keluarga yang ditinggal kepala keluarga akan dengan susah payah berdiri dengan sendiri.. apapun caranya!


tidak mungkin istrinya akan minta-minta kepada semua keluarga... dia akan cari cara terbaik.. tentunya bukan KAWIN LAGI yah!  kebetulan cara kakak iparku, adalah menjual semua assetnya untuk biaya kuliah dan hidup anak-anak tersayangnya..

sedih gak sih?

asset yang dibangun oleh papa-nya, tidak ada bekasnya.. dan ponakanku tersayang homeless.. sekarang mereka tinggal di rumah orang tua kakak ipar.


baca cerita ini, rasanya seperti apa?

bagaimana kalau terjadi pada keluarga Anda? kira-kira keluarga Anda bisa minta ke siapa uang pengeluaran per bulan?

bisa gak? kalau kepala keluarga dah gak ada, trus anak tetap bisa menjalankan kegiatan sehari-harinya? tetep bisa les piano atau les bahasa inggris seperti biasa?


umur manusia ditangan Tuhan.. tapi apa salahnya kalau kita menyisihkan gaji kita untuk perlindungan keluarga yang kita sayangi..

itu juga kalo sayang! kalo engga... gak usah dipikirin laaaa...

ini sindiran keras.. dilarang tersinggung!!

ada yang berbicara padaku seperti ini, "Aku tahu pentingnya asuransi, tapi aku tidak punya budget untuk beli asuransi itu, pengeluaranku sangat besar, dan gaji pas-pasan"

dalam hati aku berkata begini.. "Iya uangnya habis.. aku maklum.. tapi kemarin abis beli blackberry nyicil 12 bulan"

bisa beli blackberry, mana harus nyicil.. dipaksain banget tuh.. tapi beli proteksi gak bisa.. sebenernya sayang gak sih ama keluarganya? hehehe


tapi itu cuma dalam hati, dan aku kasian banget ama anaknya kalau sampai bapaknya gak beli proteksi terhadap dirinya... :)

dan kepada temanku itu, aku hanya bisa bilang seperti ini..

"Aku tidak akan memaksamu untuk beli produk dari perusahaanku sekarang, tapi kamu sudah tahu pentingnya asuransi yaa.. aku mendoakan agar kehidupan keluargamu berjalan dengan lancar, dan semua cita-citamu dan anakmu tercapai tanpa halangan suatu apapun.. Amien"


**tulus kok aku doanya.. karena aku berharap Allah SWT mendengarkan doaku, dan memanjangkan umurnya sampai anaknya dewasa..


ehem.. karena kalau memang dia menyadari pentingnya asuransi, dan sayang banget kepada keluarganya.. dia  akan menyisihkan sedikit uangnya untuk proteksi terhadap dirinya..
 
dia akan beli sekarang! dan bukan nanti pada saat sakit, atau pada saat mendekati ajal.. **emangnya tau kapan waktunya? :)


hei hei.. aku dah kayak sales aja! maksa orang untuk beli..
huuu.. sorry yee.. aku gak akan maksa..
kalau gak mau beli.. ya udah, gapapa.. yang penting aku dah cerita pentingnya asuransi bagi keluarga anda.. tinggal Anda yang menentukan...

SEKARANG ATAU NANTI BELI ASURANSINYA?

 

cheers,



Devi Dimitra Maksum
Manulife Financial
Phone: 08551027107, 70969027
Email: \n This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it  

 

 

banner termlife

CONTACT INFO

Devi Dimitra Maksum
Unit Manager J. Gamma Fortuna

-- term life specialist --

 

Email: devidimitra@gmail.com
Phone/WA: 08551027107
Pin BB: 519747D0

Nomor Lisensi AAJI = 11305385

 

 

Video Portfoliokita

Klik link di bawah ini untuk lihat VIDEO penjelasan dari materi-materi di Web Ini.

ME AND MY CLIENTS

Photo Flipbook Slideshow Maker